Sabtu, 23 November 2013

MARI BELAJAR MENGENAL DIRI SENDIRI

Banyak orang dengan mudah mengenali orang lain, tetapi ternyata tidak berhasil mengenali dirinya sendiri. Untuk mengenali diri sendiri memerlukan bantuan orang lain atau alat yang bisa dipergunakan. Apakah baju yang sedang dikenakan pantas atau cocok, seseorang bisa bertanya kepada orang lain yang sedang berada di dekatnya. Atau kalau tidak ada orang, akan melihat melalui kaca.

Mengenali diri sendiri tidak semudah mengenal orang lain. Oleh karena itu, siapapun sedemikian mudah menemukan kesalahan orang lain, tetapi tidak gampang melihat kesalahan diri sendiri. Akibatnya, banyak orang menganggap bahwa orang lain selalu salah, kurang, dan tidak ada benarnya. Begitu pula sebaliknya, dirinya selalu diangaggap paling benar.

Betapa sulitnya mengenal diri sendiri itu, hingga ada hadits nabi yang mengatakan bahwa siapa saja yang berhasil mengenal dirinya, maka akan bisa mengenal Tuhannya. Man arafa nafsahu faqod arafa rabbahu. Seseorang yang mampu mengenal dirinya secara benar, maka akan berlanjut bisa mengenal Tuhannya secara benar pula. Namun sayangnya, sekalipun sekedar mengenal dirinya sendiri ternyata tidak mudah. Itulah sebabnya, tidak semua orang mampu mengenal Tuhannya.
Dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidak mampu mengenal dirinya sendiri dianggap sebagai orang yang tidak tahu diri. Padahal, sebutan atau identitas itu dianggap kurang baik. Orang yang tahu diri biasanya bisa menempatkan posisiya secara tepat. Tatkala berbicara, mengambil sikap, berperilaku dalam pergaulan, bagi orang yang paham terhadap dirinya sendiri, maka tidak akan melakukan kesalahan. Begitu pula sebaliknya, bagi orang yang tidak tahu diri.

Selain mendapatkan label yang kurang baik dari masyarakat, orang yang tidak tahu diri akan merugi atau bahkan celaka. Oleh karena itu mengenal diri secara baik adalah sangat diperlukan. Namun sayangnya, mengenal diri sendiri ternyata bukan perkara mudah. Banyak orang yang tidak mampu melakukannya, tetapi juga tidak mau bertanya kepada orang lain. Mengenal dirinya secara fisik, siapapun bisa melihatnya lewat kaca, tetapi mengenal pribadi secara mendalam, maka harus melalui orang lain.

Sebagaimana sifat manusia pada umumnya tidak suka keadaannya dilihat oleh orang lain, apalagi menyangkut hal-hal yang bersifat pribadi. Orang sangat suka disebut kelebihan-kelebihannya, tetapi sebaliknya, tersinggung dan bahkan marah ketika disebut kekurangannya. Itulah sebabnya, banyak orang menjadi tidak mengetahui terhadap dirinya sendiri yang kemudian disebut sebagai orang yang tidak tahu diri itu.

Sebagai contoh orang yang tidak tahu diri, dengan mudah dapat dilihat pada saat menjelang pemilihan jabatan politik, yaitu seperti bupati, walikota, anggota DPRD, DPR, dan lain-lain. Banyak orang yang sama sekali tidak pernah muncul di publik dan tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang politik, apalagi tentang pengelolaan borokrasi pemerintahan, hanya sebatas bermodalkan uang dan semangat, mereka mencalonkan diri sebagai pejabat politik. Agar dikenal masyarakat luas, mereka memasang foto dan identitas dirinya sendiri di berbagai tempat.

Contoh lainnya, banyak pejabat pemerintah, oleh karena tidak tahu diri, mereka melakukan korupsi dan atau menggelapkan uang negara. Akibatnya, mereka ditangkap, diadili, dan kemudian dipenjarakan. Habislah karier dan nama baik mereka, yang hal itu disebabkan oleh karena tidak paham terhadap dirinya sendiri.
Memahami diri sendiri, sebagaimana dikemukakan di muka, ternyata tidak mudah. Akan tetapi seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Oleh karena itu, mempelajari tentang diri sendiri jauh lebih penting dibanding mempelajari orang lain. Bagi orang bijak dan arif, justru yang paling penting adalah memahami diri sendiri agar bisa meletakkan dirinya secara benar dan tepat. Banyak orang melakukan kesalahan hanya oleh karena tidak mampu memahami dirinya sendiri. Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© WELCOME
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top