Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

MARI BELAJAR MENGENAL DIRI SENDIRI

Banyak orang dengan mudah mengenali orang lain, tetapi ternyata tidak berhasil mengenali dirinya sendiri. Untuk mengenali diri sendiri memerlukan bantuan orang lain atau alat yang bisa dipergunakan. Apakah baju yang sedang dikenakan pantas atau cocok, seseorang bisa bertanya kepada orang lain yang sedang berada di dekatnya. Atau kalau tidak ada orang, akan melihat melalui kaca.

Mengenali diri sendiri tidak semudah mengenal orang lain. Oleh karena itu, siapapun sedemikian mudah menemukan kesalahan orang lain, tetapi tidak gampang melihat kesalahan diri sendiri. Akibatnya, banyak orang menganggap bahwa orang lain selalu salah, kurang, dan tidak ada benarnya. Begitu pula sebaliknya, dirinya selalu diangaggap paling benar.

Betapa sulitnya mengenal diri sendiri itu, hingga ada hadits nabi yang mengatakan bahwa siapa saja yang berhasil mengenal dirinya, maka akan bisa mengenal Tuhannya. Man arafa nafsahu faqod arafa rabbahu. Seseorang yang mampu mengenal dirinya secara benar, maka akan berlanjut bisa mengenal Tuhannya secara benar pula. Namun sayangnya, sekalipun sekedar mengenal dirinya sendiri ternyata tidak mudah. Itulah sebabnya, tidak semua orang mampu mengenal Tuhannya.
Dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidak mampu mengenal dirinya sendiri dianggap sebagai orang yang tidak tahu diri. Padahal, sebutan atau identitas itu dianggap kurang baik. Orang yang tahu diri biasanya bisa menempatkan posisiya secara tepat. Tatkala berbicara, mengambil sikap, berperilaku dalam pergaulan, bagi orang yang paham terhadap dirinya sendiri, maka tidak akan melakukan kesalahan. Begitu pula sebaliknya, bagi orang yang tidak tahu diri.

Selain mendapatkan label yang kurang baik dari masyarakat, orang yang tidak tahu diri akan merugi atau bahkan celaka. Oleh karena itu mengenal diri secara baik adalah sangat diperlukan. Namun sayangnya, mengenal diri sendiri ternyata bukan perkara mudah. Banyak orang yang tidak mampu melakukannya, tetapi juga tidak mau bertanya kepada orang lain. Mengenal dirinya secara fisik, siapapun bisa melihatnya lewat kaca, tetapi mengenal pribadi secara mendalam, maka harus melalui orang lain.

Sebagaimana sifat manusia pada umumnya tidak suka keadaannya dilihat oleh orang lain, apalagi menyangkut hal-hal yang bersifat pribadi. Orang sangat suka disebut kelebihan-kelebihannya, tetapi sebaliknya, tersinggung dan bahkan marah ketika disebut kekurangannya. Itulah sebabnya, banyak orang menjadi tidak mengetahui terhadap dirinya sendiri yang kemudian disebut sebagai orang yang tidak tahu diri itu.

Sebagai contoh orang yang tidak tahu diri, dengan mudah dapat dilihat pada saat menjelang pemilihan jabatan politik, yaitu seperti bupati, walikota, anggota DPRD, DPR, dan lain-lain. Banyak orang yang sama sekali tidak pernah muncul di publik dan tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang politik, apalagi tentang pengelolaan borokrasi pemerintahan, hanya sebatas bermodalkan uang dan semangat, mereka mencalonkan diri sebagai pejabat politik. Agar dikenal masyarakat luas, mereka memasang foto dan identitas dirinya sendiri di berbagai tempat.

Contoh lainnya, banyak pejabat pemerintah, oleh karena tidak tahu diri, mereka melakukan korupsi dan atau menggelapkan uang negara. Akibatnya, mereka ditangkap, diadili, dan kemudian dipenjarakan. Habislah karier dan nama baik mereka, yang hal itu disebabkan oleh karena tidak paham terhadap dirinya sendiri.
Memahami diri sendiri, sebagaimana dikemukakan di muka, ternyata tidak mudah. Akan tetapi seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Oleh karena itu, mempelajari tentang diri sendiri jauh lebih penting dibanding mempelajari orang lain. Bagi orang bijak dan arif, justru yang paling penting adalah memahami diri sendiri agar bisa meletakkan dirinya secara benar dan tepat. Banyak orang melakukan kesalahan hanya oleh karena tidak mampu memahami dirinya sendiri. Wallahu a’lam
Read More >>

Kamis, 21 November 2013

NASEHAT YANG KU BERIKAN


ini adalah sebuah nasehat untuk kita semua. bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan tidak akan pernah sama walaupun itu kembar siam. Dari sini kita sudah mengetahui bahwa di antara kita memiliki cara untuk menentukan hidup kita masing-masing dan mau di bawa kemana kita.
Dan hanya ada 2 pilihan besar di masa  depan yaitu sukses atau gagal. Sekarang apa itu arti dari sukses? Menurut saya arti suskses adalah sesuatu yang kita inginkan bisa tercapai. Sukses bukan hanya memiliki harta yang melimpah namun sesuatu yang bisa banggakan yang belum tentu orang lain dapat menggapainya. Jika sukses hanya di pandang dari jumlah atau banyaknya harta yang kita miliki itu hanya bagian dari hasil dari ke suksesan seseorang. Jika kita memiliki harta yang melimpah, tetapi batin atau perasaan kita tersakiti atau tak nyaman dengan keadaan, itu bukan dinamakan sukses. Sukses adalah sesuatu keadaan yang bisa membuat nyaman diri kita dan dari itu bisa dapat menghasilkan sesuatu untuk diri kita maupun orang lain.
Dan gagal adalah hal yang selalu ada di samping dalam kesusksesan. Kegagalan adalah  lubang-lubang yang ada di jalan menuju ke suksesan. Dalam menuju kesuksesan pasti melewati apaitu yang di namakan kegagalan. Tanpa ada kegagalan tidak akan ada kesuksesan. Setiap orang yang di ciptakan oleh Allah SWT adalah orang yang akan menggapai kesuksesan. Kegagalan adalah hal yang wajib di lakukan seseorang untuk menggapai kesuksesan.
Dalam keadaan apapun kita, kita pasti bisa menggapai kesuksesan. Bagaimana cara untuk menggapaikan kesuksan? Cara menggapai kesuksesan adala     h
1.   Dengan cara memasukkan pikiran positif kedalam pikiran kita. Untuk menjalankan sesuatu harus menyeting otak kita untuk berpikiran positif contoh: aku bisa mengerjakan ini. Dengan cara demikian kita pasti memakasa diri kita untuk menjalankan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Berbeda jika kita memasukkan pikiran yang negatif. Otak kita akan meresponnya dan kita belum mengerjakan kita sudah mengagap hal itu hal yang sangat sulit untuk dikerjakan.
2.   Bersikaplah seperti balita. Mengapa kita harus bersikap seperti balita? Karena balita belum mempunyai pikiran yang negative. Misalnya balita yang sedang belajar berjalan apakah dia berpikir akan jatuh dan merasakan rasa sakit? Tentu tidak balita tidak akan memikirkan hal tersebut. Jadi mengapa kita harus bersikap seprti balita? Karena dalam menggapai kesuksesan kita akan bertemu dengan namanya terjatuh atau gagal, walau kita akan menemuinya jangan pernah berpikir jatuh sebelum kita melaksanakan hal tersebut. Jika kita sudah berpikir untuk jatuh maka sampai kapan kita tidak akan segera menjalankannya.
3.   Segera memulai. Kalau kita tidak segera memulai kapan lagi kita akan memulai. Dengan kita memulainya kita akan secara perlahan membuka pintu kesuksesan. Dalam memulai tidak harus dengan cara yang besar dengan cara yang kecil. Dari yang kecil akan menjadi besar asal kita tekun dan berani untuk menjalankan hal tersebut
Kesuksesan bukan ditentukan juga di tentukan melalui prestasi dari sekolah. Mengapa demikian, kerena prestasi itu hanya dilihat dari satu sisi saja. Bukan dari sisi yang luar dari hal-Hal konitif. Itu hal yang terjadi di Negara kita. Missal kita mendapat nilai yang jelek dalam hal matematika ipa dan apapun yang di ajarkan di sekolah pasti kita sudah dianggap murid yang miliki kercerdasan yang kurung. Padahal tidak semuanya itu benar mengapa, kemungkinan ia memiliki kercerdasan yang lain, contoh bersosialisasi kercerdasan ini tidak akan mungkin di dapatkan di sekolah karena itu mengapa di dalam artikel ini saya menulis kesuksesan itu tidak di lihat dari prestasi di sekolah tapi juga kercerdasan yang ada di dalam luar pendidikan. Memang prestasi di sekolah bisa sedikit membantu untuk menggapai kesuksaan tapi jika tidak punya keahlian untuk hal yang lain tidak akan bisa menggapai kesuksesan.
Kita mencari orang yang memiliki kecerdasan yang baik banyak. Tapi mencari orang yang memiliki keahlian tertentu pasti susah. Contoh kita mencari orang yang pintar dalam hal arsitktur pasti banyak, tapi kita mencari orang pintar mengaplikasikan arsitektur dengan kesenian pasti susah karena itu membutuhkan ke kreatifan yang tidak di ajarkan oleh sekolah atau universitas manapun
Yang terakhir dri artikel saya adalah percaya bahwa kita akan menggapai kesuksesan dengan cara yang ter baik dan dalam kondisi apapun kita. Jangan berpikiran bahwa kita tidak mampu, tapi berpikirlah bahwa kita mampu walau itu mustahil kita. Di dunia ini tidak ada yang mustahil jika kita mau percaya bahawa kita mampu menjalankannya. Dan bersikaplah seperti balita yang tidak berpikir akan adanya kegagalan tpi percaya bawa kita mampu dan bisa.
Artikel ini tidak akan berguna jika hanya di jalankan tapi kita harus berbuat sesuatu yang bisa menggapai kesuksesan. Ini pesan dari MUHAMMAD IQBAL SYARIZAL yang hanya anak SMA yang mencoba untuk memberi nasehat bagi kita SALAM SUKSES.

Read More >>

Sukses Adalah (11 definisi sukses terpopuler dari tokoh sukses dunia)

#1 Winston Churchill:
“Success is going from failure to failure without losing enthusiasm.”
Sukses adalah kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme.

#2 Deepak Chopra:
“Success in life could be defined as the continued expansion of happiness and the progressive realization of worthy goals.”
Sukses dalam hidup adalah ekspansi kebahagiaan yang berkelanjutan dan realisasi progresif dari tujuan yang layak.
#3 Jim Rohn:
“Success is doing ordinary things extraordinarily well.”
Sukses adalah melakukan hal-hal biasa secara luar biasa.
#4 Anita Roddick:
“I want to define success by redefining it. For me it isn’t that solely mythical definition – glamour, allure, power of wealth, and the privilege from care. Any definition of success should be personal because it’s so transitory. It’s about shaping my own destiny.”
Saya ingin mendefinisikan ulang kesuksesan. Bagi saya sukses adalah bukan semata-mata glamour, daya tarik, kekuatan kekayaan, dan hak istimewa. Setiap definisi sukses harus bersifat personal. Sukses adalah tentang membentuk nasib seseorang.
#5 Richard Branson:
“It is the satisfaction of doing it for yourself and motivating others to work with you in bringing it about. It is about the fun, innovation, creativity with the rewards being far greater than purely financial.”
Sukses adalah kepuasan melakukan sesuatu untuk diri sendiri dan dapat memotivasi orang lain untuk bekerja sama dengan Anda untuk merealisasikan kesuksesan tersebut. Sukses adalah tentang kesenangan, inovasi, kreativitas dimana penghargaan hal tersebut jauh lebih besar nilainya daripada uang.
#6 Orison Swett Marden:
“When a man feels throbbing within him the power to do what he undertakes as well as it can possibly be done, this is happiness, this is success.”
Ketika seseorang merasakan denyut kekuatan dalam dirinya untuk melakukan apa yang dia mampu lakukan sama seperti apa yang mungkin bisa ia lakukan, ini adalah kebahagiaan, ini adalah sukses.
#7 Zig Ziglar:
“Success means doing the best we can with what we have. Success is the doing, not the getting; in the trying, not the triumph. Success is a personal standard, reaching for the highest that is in us, becoming all that we can be.”
Sukses adalah melakukan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang kita miliki. Sukses adalah melakukan, tidak mendapatkan; sukses adalah usaha, bukan kemenangan. Sukses adalah standar pribadi, meraih yang tertinggi yang ada didalam diri kita, menjadi semua yang kita bisa.
#8 George Sheehan:
“Success means having the courage, the determination, and the will to become the person you believe you were meant to be.”
Sukses adalah memiliki keberanian, tekad, dan kemauan untuk menjadi orang yang percaya bahwa Anda ditakdirkan untuk menjadi sukses.
#9 Ralph Waldo Emerson:
“Success:  To laugh often and much, to win the respect of intelligent people and the affection of children, to earn the appreciation of honest critics and endure the betrayal of false friends, to appreciate beauty, to find the best in others, to leave the world a bit better, whether by a healthy child, a garden patch, or a redeemed social condition; to know even one life has breathed easier because you have lived.  This is to have succeeded!”
Sukses adalah : tertawa sering dan banyak, memenangkan rasa hormat dari orang-orang cerdas dan rasa kasih sayang kepada anak-anak, mendapatkan apresiasi dari kritikan yang jujur dan bertahan terhadap pengkhianatan teman-teman palsu, menghargai keindahan, menemukan yang terbaik dalam diri orang lain, meninggalkan dunia sedikit lebih baik, baik itu adalah dengan anak yang sehat, sepetak kebun, atau kontribusi terhadap kondisi sosial; mengetahui bahwa walaupun itu satu orang menghembuskan nafas lebih lega karena Anda hidup. Inilah kesuksesan.
#10 Wilfred Peterson:
“Success is focusing the full power of all you are on what you have a burning desire to achieve.”
Sukses adalah memfokuskan dengan kekuatan penuh semua yang kita miliki, sebuah keinginan yang membara untuk meraih pencapaian.
# 11 suksesitubebas.com:
Sukses adalah melakukan apa yang kita cintai dan mencintai apa yang kita lakukan. Dimana kita dikelilingi orang-orang yang kita cintai dan kita dihargai sesuai penghargaan yang kita inginkan.

http://suksesitubebas.com
Read More >>

Minggu, 04 Agustus 2013

Memahami 9 Multiple Intelligence Pada Manusia

Setiap orang memilki kemampuan yang berbeda-beda dan kelebihan sendiri. Maka jangan suka membandingkan anak-anak anda dengan saudaranya apalagi dengan teman atau orang lain. Karena kercerdasan anak anda belum tentu di miliki saudaranya atau temannya dan begitupun sebaliknya. Nah, dibawah ini beberapa kecerdasan pada manusia umumnya.
1. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif baik bicara ataupun menulis. Mereka yang memiliki kecerdasan ini akan mudah memahami bacaan dan suka menulis, mampu mengapresiasikan apa yang dia baca, mampu berkomunikasi dua arah. Profesi yang cocok bagi mereka seperti jurnalis, penyair, pengacara
Ciri-ciri :  Dapat berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata, membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas
2. Kecerdasan Matematis-Logis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika. Mereka yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan berpikir yang sistematis deduktif dan induktif, mereka juga lebih cepat tanggap dengan masalah, dia bekerja secara berurutan atau sistematis.  Profesi yang cocok bagi mereka seperti ilmuwan, akuntan, programmer.
Ciri-ciri : Mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi, berpikir dalam pola sebab akibat, menciptakan hipotesis, pandangan hidupnya bersifat rasional.
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar, serta mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual. Profesi yang cocok bagi mereka seperti arsitek, fotografer, designer, pilot, insinyur.
Ciri-ciri : Kepekaan tajam untuk detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang, mudah memperkirakan jarak dan ruang, membuat sketsa ide dengan jelas.
4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresiakan gagasan dan perasaan.  Orang yang yang memiliki kecerdasan ini biasanya cepat menghafal atau meniru gerak tari yang dilihatnya, dan tubuhnya lues dalam melakukan gerakan. Profesi yang cocok bagi mereka seperti atlet, pengrajin, montir, menjahit, merakit model.
Ciri-ciri :  Menikmati kegiatan fisik (olahraga), cekatan dan tidak bias tinggal diam, berminat dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan gerak dinamis.
5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk musik dan suara. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya mudah menghafal lirik lagu, dan menciptakan nada-nada yang indah. Profesi yang cocok bagi mereka seperti konduktor, pencipta lagu, penyanyi dsb.
Ciri-ciri : Peka nada dan menyanyi lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama, mendengar music dengan tingkat ketajaman lebih.
6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain. Mereka cenderung memiliki kelebiah dalam gabungan antara perkembangan dan pertumbuhan tingkat kematangan dua sisi (pribadi dan kemampuan). Profesi yang cocok bagi mereka seperti networker, negotiator, guru.
Ciri-ciri : Menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, terbuka, menjalin kontak mata dengan baik, menunjukan empati pada orang lain, mendorong orang lain menyampaikan kisahnya.
7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri. Mereka juga memiliki kemampuan memahami diri sendiri. Profesi yang tepat bagi mereka adalah konselor dan teolog.
Ciri-ciri : Membedakan berbagai macam emosi, mudah mengakses perasaan sendiri, menggunakan pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya, mawas diri dan suka meditasi, lebih suka kerja sendiri.
8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam. Mereka juga memiliki kecerdasan melebihi orang lain dalam melatih diri secara otodidak. Profesi yang tepat bagi yang memiliki kecerdasan ini di antaranya petani, nelayan, pendaki, dan pemburu
Ciri-ciri : Mencintai lingkungan, mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang, senang kegiatan di luar (alam).
9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia Kemampuan menyeimbangkan moral, iman dan subjektifitas. Mereka cocok untuk profesi filsuf, teolog
Ciri-ciri : Mempertanyakan hakekat segala sesuatu, mempertanyakan keberadaan peran diri sendiri di alam/ dunia.
Demikian pengertian kategorisasi 9 kecerdasan yang dimiliki manusia menurut Gardner. Semoga bermanfaat.

Read More >>

PEMBAGIAN TIPE KECERDASAN MENURUT HOWARD GARDNER

Kecerdasan angka (number smart)
Kecerdasan angka adalah keahlian menggunakan angka dengan baik dan penalaran yang benar. Gardner terkadang menyebutkan kecerdasan angka dengan kecerdasan matematis-logis. Kecerdasan ini dimiliki oleh ahli matematika, akuntan pajak, ahli statistik, programer komputer, dan ahli logika.

Kecerdasan gambar

Kecerdasan gambar adalah keahlian memersepsi dunia spasial-visual secara akurat dan mentranformasikan persepsinya. Kecerdasan gambar terkadang disebut dengan kecerdasan spasial. Kecerdasan gambar terkadang disebut dengan kecerdasan spasial. Kecerdasan ini dimiliki oleh pemburu, pemandu, pramuka, dekorator interior, arsitek, seniman, dan penemu.

Kecerdasan tubuh (body smart)

Kecerdasan tubuh adalah keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan serta keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu. Kecerdasan ini terkadang ini dimiliki oleh para aktor, pemain pantomim, atlet, penari, pengrajin, pematung, ahli mekanik, dan dokter bedah.

Kecerdasan musik (music smart)

Kecerdasan musik adalah keahlian menangani bentuk-bentuk musikal dengan cara memersepsi, membedakan, mengubah, dan mengekspresikan. Kecerdasan ini dimiliki oleh para penikmat musik, kritikus musik, komposer, dan penyanyi.


Kecerdasan bergaul (people smart)

Kecerdasan bergaul adalah keahlian memersepsikan dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain. Biasanya, pemilik kecerdasan ini adalah para psikolog. Terkadang, kecerdasan ini dinamai dengan kecerdasan interpersonal.

Kecerdasan diri (self smart)

Kecerdasan diri adalah keahlian memahami diri sendiri dan bertindak sesuai pemahaman tersebut. Para sufi adalah pemilik kecerdasan ini. Kecerdasan diri terkadang disebut dengan kecerdasan intrapersonal.

Kecerdasan alam (nature smart)

Kecerdasan alah adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies, baik flora maupun fauna, di lingkungan sekitar. Kecerdasan ini dimiliki oleh para pecinta alam, pecinta binatang, pecinta tanaman, penakluk binatang buas, penjaga kebun binatang, dan para ahli lingkungan hidup. Kecerdasan ini terkadang dinamai dengan kecerdasan maturalis.

Kecerdasan kata (word smart)

Kecerdasan kata adalah keahlian menggunakan kata secara efektif, baik secara lisan atau secara tulisan. Pemilik kecerdasan ini adalah juru dongeng, orator, politisi, sastrawan, penulis drama, editor, wartawan. Kecerdasan ini terkadang dinamai dengan kecerdasan linguistik. Kembali kepada bakat atau kecerdasan. Ia memengaruhi tinggi dan rendahnya prestasi belajar. Pemaksaan anak untuk studi pada bidang yang tidak cocok dengan bakatnya bisa menjadi masalah dalam prestasi belajarnya. Konon, seorang bapak berkeinginan sekali anaknya menjadi dokter gigi. Ia memaksa anaknya agar mengambil studi pada fakultas kedukteran gigi. Sementara itu, bakat anakny adalah dalam bidang mekanik. Akibatnya, anak tersebut tidak menjadi dokter gigi dan tidak pula menjadi mekanik.



Sumber: Buku Psikologi Pendidikan Dr.H.Mahmud, M.Si., pengantar: Prof. Pupuh Fatturahman.
Read More >>

Kamis, 09 Mei 2013

cara mengembangkan diri

Sebenarnya kita semua tanpa terkecuali mempunyai banyak sekali yang bisa di kembangkan. Namun sedikit dari kita yang tau bagaimana cara untuk mengenal dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Berikut beberapa cara untuk mengenali potensi diri antara lain :

Pertama, KENALI DIRI SENDIRI
Buat daftar pertanyaan dan jawab dengan jujur. Misalnya : Apa yang membuat anda bahagia? Apa yang anda inginkan dalam hidup ini? Apa kelebihan dan kekuatan anda? Apa kelemahan dan kekurangan anda?

Kedua, TENTUKAN TUJUAN HIDUP
Tentukan tujuan hidup anda untuk jangka pendek maupun jangka panjang sesuai kemampuan dan kompetensi anda.


Ketiga, KENALI MOTIVASI HIDUP
Setiap manusia mempunyai motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Apa yang bisa mencambuk anda untuk membangun kekuatan dan dukungan moril sehingga menghasilkan karya terbaik.

Keempat, HILANGKAN NEGATIF THINGKING
Jangan menyalahkan orang lain dalam menghadapi hambatan. Evaluasi langkah anda, kemudian melangkah lagi.

Kelima, JANGAN MENGADILI DIRI SENDIRI
Jika menghadapi hambatan dan kegagalan untuk mencapai tujuan jangan menyesal dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran yang berharga untuk maju.

Keenam, BERTANYA KEPADA ORANG YANG TERDEKAAT
Misalnya orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita miliki karena itu diperlukan orang lain untuk menyadarkan kita.

Ketujuh, BANYAK MEMBACA, MELIHAT, dan MERASAKAN
Dengan begitu akan banyak informasi dan pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi adalah sebuah potensi.

Cara Mengembangkan Potensi Diri
Setelah benar-benar memahami apa sebenarnya potensi diri yang anda miliki, maka langkah selanjutnya yang harus diketahui adalah bagaimana cara mengembangkan potensi diri anda sendiri.
Dalam hal cara mengembangkan potensi diri disini yang perlu ditekankan terdiri dari beberapa langkah penting. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Harus diawali dengan niat
2. Harus berpikir positif dalam setiap hal
3. Harus memiliki komitmen
4. Jangan menganggap remeh orang lain
5. Menerima saran, kritik dan masukan yang bersifat membangun dari orang lain
6. Konsisten terhadap apa yag kita lakukan
7. Yakinlah bahwa kita pasti bisa
Dari beberapa poin cara mengembangkan diri diatas yang paling utama sekali harus dilakukan adalah poin pertama, yaitu mengawali pengembangan potensi diri tersebut dengan niat yang tulus. Dengan adanya niatan tulus, maka akan tercipta pikiran positif yang akan membuat anda memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan dari potensi anda.
Sesuatu hal yang dilakukan tentu tidak akan berbuah hasil manis jika dilakukan tanpa adanya konsistensi, maka dalam hal ini yang paling utama yang harus anda ingat adalah konsisten. Bila anda mengerjakan sesuatu hanya dalam beberapa hari atau bulan saja, maka tentu hasil dari potensi diri yang anda kerjakan belum terlihat, maka cobalah untuk tetap konsisten, dan yakin dan percayalah bahwa apa yang anda cita-citakan akan segera terwujud.
Read More >>

Senin, 02 Agustus 2010


4 tipe manusia dalam menghadapi hidup
May 27th, 2009

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada
saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan
tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau
mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat
finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali.

saya minta maaf karena telah mengcopy artikel ini tanpa ijin
Read More >>

Selasa, 20 Juli 2010

Jangan Menghina, Karena Setiap Orang Memiliki Kelebihan



Alkisah, ada seekor harimau besar yang merajai hutan belantara. Dengan kekuatan taring-taring giginya, ketajaman kuku-kukunya dan auman suaranya yang menakutkan, dia mampu menguasai seluruh penghuni hutan, sehingga dia merasa bahwa dirinyalah binatang yang paling hebat tiada bandingannya.

Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan mencari makan, tiba-tiba dia bertemu dengan seekor tikus dan menangkapnya. Dia mengatakan kepada si tikus bahwa dia akan menjadikannya sebagai makanan pembuka. Lumayan untuk mengganjal perutnya. Mendengar perkataan itu, si tikus ketakutan dan meronta seraya meminta kepada harimau yang mencengkeramnya agar melepaskannya dan tidak memakannya. Harimau berkata, “Untuk apa saya melepasmu, binatang kecil seperti kamu tidak ada gunanya dan lebih baik aku makan saja untuk mengganjal perutku yang lapar ini. Toh kamu adalah makhluk bau yang tidak berguna.”

Si tikus semakin meronta dan memohon dengan sangat agar dibebaskan. Dia berjanji tidak akan melupakan jasa harimau itu dan akan membantunya dengan sekuat tenaga jika suatu hari si harimau tertimpa musibah. Melihat keseriusan si tikus, harimau itu pun merasa iba dan melepaskan si tikus dan cengkramannya. Akhirnya si tikus pun terbebas dan bisa bernapas lega.

Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan, tiba-tiba sang harimau terperosok ke dalam jaring yang dipasang oleh seorang pemburu. Dia meronta-ronta hendak keluar dari jaring itu, tetapi tidak bisa. Gigi tajam, kuku kokoh dan tubuh kuat yang selama ini diandalkannya, ternyata tidak bisa mengeluarkannya dari jeratan jaring itu. Dia terus meronta-ronta dan berusaha keluar, tetapi usahanya sia-sia hingga dia pun kelelahan.

Mendengar suara sang harimau yang meronta-ronta itu, si tikus mencarinya dan akhirnya dia temukan bahwa sang harimau terjebak ke dalam jaring seorang pemburu. Melihat hal itu, maka si tikus segera mendekati sang harimau dan mengatakan, “Saya akan buktikan, bahwa saya bisa berguna dan bisa membantumu keluar dari masalah ini.” Maka dia pun segera menggigit tali jaring itu sedikit demi sedikit dan akhirnya terputuslah tali-tali jaring itu, sehingga harimau itu pun bisa keluar dari jaring dengan leluasa. Melihat kejadian ini, sang harimau berkata, “Saya tidak pernah menduga bahwa hewan kecil dan lemah seperti kamu dapat melakukan apa yang tidak dapat saya lakukan”. Kemudian si tikus menjawab, “Janganlah kamu menghina hewan yang lebih lemah daripada kamu, karena segala sesuatu itu memiliki kelebihan masing-masing”.

Atas kejadian di atas, akhirnya Sang harimau yang gagah perkasa itu, bisa menjadi teman baik si tikus yang kecil dan lemah.

Kisah di atas sepertinya sebuah dongeng anak kecil yang biasa didongengkan kepada mereka ketika menjelang tidur, tetapi jika kita mau mengambil hikmah darinya, sebenarnya banyak hikmah yang bisa kita petik darinya.

Dalam kehidupan nyata ini, banyak orang yang merasa bangga kepada dirinya sendiri, baik karena harta, tahta maupun fisiknya. Seakan-akan dengan kekayaan yang dimilikinya, dia bisa berlaku semena-mena kepada orang lain. Banyak kasus orang kaya menyiksa pembantunya, menelantarkan para pekerjanya, menistakan bawahannya dan sebagainya, karena mereka menganggap bahwa orang-orang itu tidak berguna di matanya. Padahal seandainya si kaya itu sadar, sesungguhnya dia disebut kaya karena adanya orang miskin dan dia bisa hidup enak karena adanya para pekerja yang membantunya. Seandainya semua orang kaya dan tidak ada orang yang mau bekerja kepadanya, apa yang dia akan lakukan? Tentu dia menjadi orang biasa-biasa saja. Jika tidak ada orang yang mau bekerja kepadanya, tentu dia akan menjadi orang susah karena harus mengerjakan segala sesuatunya sendirian.

Tidak hanya kekayaan, kepintaran kadang juga bisa menjadikan orang lupa diri. Banyak orang pintar yang menjadi sombong karena kepintarannya, sehingga menjadi lupa diri dan menganggap rendah orang-orang yang berada di bawahnya.

Ada sebuah pelajaran bijak yang ditularkan oleh para ulama dulu secara turun-temurun kepada kita, “Janganlah kamu menjadi seperti asap yang membumbung, seakan-akan dia kelihatan tinggi padahal sebenarnya dia rendah, tetapi menjadilah seperti bintang di langit, yang kelihatan rendah tatkala dilihat dari permukaan air, padahal sebenarnya dia sangat tinggi dan besar.” Wallahu a’lam bishawab.
( JADI ORANG JANGAN MENGAGAP DIRI NYA BAIK DALAM SEGALA HAL, PASTI SETIAP ORANG MEMILIKI KEKURANGAN DAN KELEBIHAN )
Read More >>
 
© WELCOME
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSSComments RSS
Back to top